Balada Procrastinator

Apa yang akan terjadi jika kamu mengerjakan tugasmu sekarang, tanpa ditunda ?”


Pertanyaan ini adalah salah satu dari sekian banyak pertanyaan yang akan ditanyakan kepada orang yang suka menunda - nunda mengerjakan tugas, atau sering disebut sebagai procrastinator. Terkadang mereka terfokus dengan berbagai tips menjadi produktif tanpa mencoba menggali pikiran yang melandasi perilakunya. Hal ini merujuk pada prinsip dari CBT (Cognitive Behavioral Therapy) dimana pikiran yang disfungsional-lah yang menjadi sumberh masalah dan akan menjadi sasaran perubahan.


CMIIW ( correct me if im wrong ) sekiranya Anda mendapatkan pertanyaan tersebut diatas, kemungkinan jawabannya adalah “tidak nyaman”, “tidak ada ide”, “stuck”, “tidak mood”, “belum ngumpul motivasinya”. Jawabanmu cenderung mengarah kepada berbagai ide atau kondisi yang sifatnya negatif. Tidak heran, pikiran tersebut akan sangat menarik dirimu untuk tidak segera mengerjakan berbagai tugasmu.


Bagaimana merespon pikiran tersebut ? Kamu bisa memulai dengan memeriksa validitas pikiranmu, apakah pikiranmu itu benar adanya ?. Ingat prinsip ini, meskipun muncul pikiran yang terlintas dibenakmu sendiri, belum tentu benar 100% loh..!, bisa jadi 0 % atau diantaranya (50%, 70% dan lainnya).


Kita ambil contoh, ketika ingin mengerjakan tugas tanpa menunda, muncul pikiran dalam benakmu “saya tidak ada ide” . Mengapa kamu bisa sampai ke kesimpulan ini ? Biasanya karena dirimu pernah memiliki pengalaman yang serupa. Banyak pengalaman dimana ketika mulai mengerjakan tugas, kamu stuck, buntu, tidak ada inspirasi. Pengalaman ini membuatmu percaya bahwa “jika saya mulai mengerjakan tugas, maka saya akan stuck dan tidak muncul ide / inspirasi”. Terlebih jika ternyata kita memiliki berbagai pengalaman yang sebaliknya, yaitu berbagai ide dan inspirasi justru muncul ketika mengerjakan tugas mendekati deadline. Pengalaman itu akhirnya membuat kita juga percaya bahwa “jika saya mengerjakannya mepet deadline, saya bisa lebih banyak ide / inspirasi”.


Pertimbangkan hal ini : Nyatanya sebuah ide atau inspirasi tidak akan langsung turun bulat 100 %. Mereka akan bertahap terkumpul sedikit demi sedikit. Semisal penulis terkenal JK Rowling yang menulis Harry Potter yang berjilid-jilid itu, ketika memulai menulis paragraf pertama pastinya tidak langsung terbayang jelas sekuens ceritanya. Semuanya akan mengalir ketika mulai dikerjakan sedikit demi sedikit, halaman demi halaman. Sama dengan pelajar yang mengerjakan skripsi, inspirasi dan berbagai ide tulisan akan muncul bertahap seiring mulai dirangkainya kalimat demi kalimat.


Jika kita buat sebuah siklus, mungkin akan berbentuk seperti ini : Mulai membuka laptop, membuka file tugas/ kerjaan → muncul pikiran “saya tidak ada ide” → tidak semangat mengerjakan → terdistraksi YouTube → waktu berlalu → ingat akan tugas / kerjaan yang belum selesai → kembali membuka file tugas / kerjaan → buntu → semakin memperkuat belief bahwa “saya tidak ada ide”.


Lalu, bagaimana jika pikiranmu diubah, apakah siklusnya akan berubah ? : Mulai membuka laptop, membuka file tugas / kerjaan → muncul pikiran “saya belum ada ide, tapi ide akan muncul seiring saya menulis” → mulai mengerjakan, menulis paragraf pertama → ada kebingungan → cari dan baca referensi dari internet → menulis paragraf selanjutnya → ada kebingungan lagi → cari referensi lain → melanjutkan tulisan → mulai ketemu benang merah → pikiran baru muncul “saya sudah mulai paham dengan tema ini” → semakin termotivasi menulis.


Sejalan dengan teori CBT, ketika kita bisa mengubah interpretasi kita terhadap situasi. Emosi, perilaku, bahkan reaksi fisikpun akan mengikuti. Bagaimana menurutmu ? apa pikiran yang muncul dalam benakmu ketika ingin mengerjakan tugas atau pekerjaanmu ?


Firman Ramdhani, M.Psi., Psikolog.




56 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua