CBT

Apa itu CBT (Cognitive Behavior Therapy) ?

CBT adalah salah satu bentuk psikoterapi yang sifatnya terfokus bahwa gangguan psikologis yang muncul disebabkan cara berpikir yang disfungsional. Perasaan dan perilaku individu dipengaruhi bagaimana ia menginterpretasikan pengalamannya. Memodifikasi cara berpikir yang disfungsional memberikan efek perbaikan pada gejala yang mengganggu. Untuk lebih detailnya Anda bisa pelajari lebih lanjut disini.

Mengapa CBT ?

Menjadi salah satu metode yang evidence based , banyak sekali riset yang membuktikan efikasi dari CBT. Penelitian tidak hanya dari area psikologi, tapi juga merambah ke ranah neurobiologis ” …And several researchers have demonstrated that there are neurobiological changes associated with cognitive behavior therapy treatment for various disorders" (see, e.g., Goldapple et al., 2004).

Berikut beberapa list gangguan yang sukses di treatment dengan CBT (sumber Basic and Beyond, 2nd edition) :

  • Major depressive disorder

  • Geriatric depression

  • Generalized anxiety disorder

  • Geriatric anxiety

  • Panic disorder

  • Agoraphobia

  • Social phobia

  • Obsessive–compulsive disorder

  • Conduct disorder

  • Substance abuse

  • Attention-deficit/hyperactivity disorder

  • Health anxiety

  • Body dysmorphic disorder

  • Eating disorders

  • Personality disorders

  • Sex offenders

  • Habit disorders

  • Bipolar disorder (with medication)

  • Schizophrenia (with medication)

  • Couple problems

  • Family problems

  • Pathological gambling

  • Complicated grief

  • Caregiver distress

  • Anger and hostility

  • Chronic back pain

  • Sickle cell disease pain

  • Migraine headaches

  • Tinnitus

  • Cancer pain

  • Somatoform disorders

  • Irritable bowel syndrome

  • Chronic fatigue syndrome

  • Rheumatic disease pain

  • Erectile dysfunction Insomnia

  • Obesity

  • Vulvodynia

  • Hypertension

  • Gulf War syndrome

Bagaimana gambaran sesi CBT  ?

Diawal sesi, terapis akan memberikan edukasi mengenai apa itu Cognitive Behavior Therapy dan bagaimana dinamika permasalahan psikologis dilihat dari sisi CBT. Termasuk didalamnya adalah menentukan goals dari program treatment secara kolaboratif antara terapis dan pasien. Berikutnya pada setiap sesi, terapis akan memulai dengan menentukan agenda sesi, lalu membahasnya dengan mengidentifikasi dysfunctional thinking dan melatih pasien untuk meresponsnya secara adaptif. Terapis dan pasien secara kolaboratif untuk mencari problem-solving dan mendiskusikan apa yang bisa dilakukan di rumah oleh pasien. Secara bertahap, pasien akan belajar dan berlatih bagaimana mengaplikasikan CBT, sehingga akan membentuk keterampilan untuk bisa diguanakan sepanjang hidupnya.

Berapa lama kita butuh sesi CBT  ?

Beberapa pasien dengan masalah yang tidak terlalu kompleks, biasanya hanya butuh beberapa sesi. Disisi lain, jika kasusnya lebih kompleks, maka akan membutuhkan periode treatment yang lebih panjang. Akan tetapi, biasanya sesi akan dimulai mingguan (satu minggu sekali), ketika pasien merasa lebih baik, terapis dan pasien bersama-sama berkolaborasi untuk memutuskan perubahan frekuensi secara bertahap. Bisa berubah menjadi dua minggu sekali, sampai nanti beberapa bulan sekali.

Therapy Session