Search

Persiapan Menjadi Seorang Ayah

Sebagai seorang kepala rumah tangga, sosok suami diharapkan dapat menjadi pemimpin yang dapat menaungi semua anggota keluarganya. Tidak hanya bekerja untuk memenuhi nafkah keluarga, peran suami dan seorang ayah jauh lebih besar dari itu. Mereka harus paham betul apa yang akan dihadapi oleh keluarganya dan tetap tenang dalam mengambil keputusan, sehingga dapat menyelesaikan masalah dengan kepala yang jernih.


Salah satu momen yang sangat krusial bagi seorang suami adalah ketika keluarga kecilnya kedatangan anggota baru, yaitu seorang bayi. Sosok suami yang sekarang bertransformasi menjadi seorang ayah perlu mempersiapkan banyak hal, diantaranya adalah pengetahuan mengenai bagaimana mengasuh bayi. Hal ini menjadi penting, karena banyak seminar mengenai pengasuhan didominasi oleh ibu atau calon ibu. Berbagai hal perlu dipelajari oleh calon ayah, mulai dari pentingnya ASI (Air Susu Ibu) dan proses menyusuinya, makanan pendamping ASI, bagaimana menstimulasi bayi, bagaimana membuat bayi nyaman dengan pijatan, termasuk perawatan sehari-hari, seperti mandi, tidur dan berbagai hal lainnya.




Seorang Ayah juga dapat mengalami apa yang kita kenal dengan Baby Blues atau pada ayah biasa disebut Daddy Blues. Gejalanya kurang lebih serupa dengan Baby Blues yang dialami oleh ibu, yaitu mood negatif yang dirasakan setelah istri melahirkan. Kesulitan beradaptasi, akibat perubahan peran dan minimnya persiapan dapat memicu gejala ini. Seperti sebuah siklus, mood negatif dari ayah akan mempengaruhi ibu dan juga si bayi, yang nantinya membuat