Search

COVID-19 dan Stress

COVID 19 menjadi isu panas yang mendunia, tidak ada negara yang tidak membahas isu ini. Sebagai virus baru, COVID-19 mudah sekali menyebar, awalnya virus ini disebut menyebar melalui kontak binatang ke binatang yang dimulai dari provinsi WUHAN di Cina. Binatang yang jadi tersangka adalah kelelawar dan tersebar di pasar tradisional yang notabennya menjual berbagai jenis binatang (yes, literally berbagai jenis binatang). Penelitian berkembang, ternyata transmisi virus ini meningkat menjadi manusia ke manusia, sehingga penyebaran virus ini begitu cepat.


Metode penyebaran awalnya melalui droplet atau air liur, lalu berkembang penularannya melalui sentuhan antar manusia. Sekarang, ada lagi penemuan yang menyebutkan COVID-19 ini menular melalui udara (airborne). Hal ini membuat penularan menjadi semakin mudah, yang membuat banyak sekali anjuran dan campaign untuk kita tetap di rumah atau bekerja dari rumah. Itu diperlukan untuk mengurangi resiko penularan. Meskipun COVID-19 ini sembuh-able, akan tetapi kalau banyak orang sekaligus dalam satu waktu membutuhkan bantuan medis, fasilitas kita tidak akan mencukupi. Oleh karena itu, social distancing (menjaga jarak) sementara adalah jalan keluar yang paling praktis.


Untuk informasi mengenai COVID-19 di Indonesia bisa mengikuti berbagai media sosial berikut :


Yang mau saya soroti pada tulisan ini adalah bagaimana masyarakat kita dapat terpicu stress karena pemberitaan media. Tidak semua masyarakat mengolah berita dan mengerti intisari pesan berita tersebut. Banyak dari mereka yang justru menjadi stress ketika membaca berita. Misalnya dengan gambar ini :