Search

Membangun Kedekatan Ayah dengan Bayi

Seorang ibu secara defaultnya akan memiliki hormon oksistosin yang melimpah setelah memiliki seorang bayi. Oksitosin distimulasi dari proses melahirkan dan menyusui. Hormon ini juga disebut relationship-enhancing hormone, karena dapat meningkatkan komunikasi positif, empati, rasa saling percaya, kelekatan dan berbagai hal lainnya. Tentunya ini sangat bermanfaat untuk membangun hubungan antara ibu dan bayinya.


Seorang ayah, meskipun tidak memiliki mode otomatis seperti ibu, ternyata tidak menutup kemungkinan memiliki level oksitosin yang sama. Dari artikel penelitian berjudul “Oxytocin and the Development Parenting in Human” pada tahun 2010 menyebutkan level oksitosin ayah akan meningkat ketika adanya interaksi spesifik dengan bayi yang bersifat memberikan stimulasi, mengajak eksplorasi dan ketika mengenalkan berbagai objek kepada bayi.


Bisa jadi, kesibukan dan tekanan dipekerjaan membuat interaksi sang ayah menjadi minim dengan si bayi. Ia sudah tidak punya energi untuk bermain dengan anaknya, atau ketika bermainpun tidak fokus karena melihat gadgetnya agar tidak ketinggalan informasi. Tidak jarang juga ayah menjadi lebih emosional dan mudah marah ketika menghadapi anaknya.


Ayah perlu teredukasi mengenai hal tersebut, sehingga akan memotivasi dia untuk lebih terlibat. Terlebih banyak penelitian yang menyebutkan efek positif dari interaksi ayah dengan anak, diantaranya dalam aspek kognitif, inteligensi, kemampuan menghadapi stress, kontrol emosi, self-esteem, kemampuan bersosialisasi, kesehatan fisik, perkembangan bayi dan banyak lainnya.