Ingat ini Pada Saat Ingin "Berubah"

Ketika ingin melakukan suatu hal diluar kebiasaan kita, misalnya pada saat ingin mengubah kebiasaan negatif kita, pasti banyak hambatan dan rintangan yang muncul. Terutama yang berasal dari dalam diri kita sendiri. Tentunya kita familiar dengan terminologi bahwa “musuh yang paling berat adalah diri kita sendiri” dan memang benar itu nyata. Coba tengok pengalaman kalian mengubah kebiasaan marah-marah menjadi lebih terkontrol dan dapat mnyampaikan aspirasi secara asertif, mudah hal tersebut dilakukan ? sepertinya tidak. Atau kalian yang ingin mengubah kebiasaan bangun siang menjadi bangun lebih pagi, berapa lama prosesnya ? seberapa struggling menyeret diri kalian untuk bisa membentuk kebiasaan baru.


Dalam teori CBT (Cognitive Behavior Therapy) dijelaskan bahwa hal yang akan mempengaruhi kita ketika ingin merubah kebiasaan adalah belief system kita. Sederhananya belief system bisa juga disebut dengan interpretasi atau pemaknaan kita pada satu situasi. Biasanya berbentuk dengan kalimat atau gambaran pada saat kita ingin melakukan sesuatu, misalnya: berbagai prediksi apabila kita melakukan atau tidakk melakukan perilaku tersebut, bagaimana reaksi orang lain terhadap kita, dan berbagai hal lainnya.


Pada saat kita melangkah menuju perubahan berbagai pikiran yang sifatnya negatif dan kaku-lah yang akhirnya membatasi kita. Bayangkan ketika pikiran yang muncul “kalau saya melakukan ini saya akan menderita, dan jika saya hindari maka saya akan baik -baik saja”, “saya tidak akan pernah bisa berubah”,”orang lain tidak akan mengapresiasi apa yang saya lakukan”, “perubahan ini tidak pantas / cocok untuk saya”, “orang akan melihat saya aneh”, atau berbagai pikiran lainnya. Bayangkan dibenakmu cuma ada pikiran tersebut.


Bagaimana kita bisa menghadapinya ? sebenarnya satu elemen yang menjadi dasar keterampilan tersebut adalah “Mengingat”. Kita hanya perlu mengingat beberapa hal yang bisa membooster dorongan diri kita untuk tetap melangkah ke depan, beberapa diantaranya adalah :

  1. "Mengingat" bahwa tidak semua yang muncul dalam pikiran kita adalah benar adanya. Ketika kita melatih pikiran kita, kita akan semakin sadar bahwa banyak pikiran yang tidak sepenuhnya benar atau bahkan tidak benar sama sekali. Misalnya, orang menunda pekerjaan punya pikiran “kalau saya mengerjakan belakangan saya bisa lebih keatif”. Bagaimana menurutmu ? apakah pikiran itu 100 % benar atau tidak ?.

  2. "Mengingat" bahwa perubahan yang kita lakukan tersebut merupakan suatu hal yang penting untuk diri kita, atau dalam terminologi lain disebut values. Bahwa ini menuju suatu arah yang memang kita idam-idamkan. Misalnya, values saya adalah menjadi ayah yang bisa dicontoh oleh anak-anak, maka beratnya tetap menjaga rutinitas positif di rumah akan terasa lebih ringan bila saya bisa mengingat hal tersebut.

  3. "Mengingat" bahwa tidak ada hidup tanpa suffering / penderitaan, kemanapun kita melangkah pasti akan bertemu dengan hal tersebut (Ironisnya kita justru merasa mengambil suatu pilihan karena ingin menghindari rasa tidak nyaman). Pilihannya cuma ada dua apakah langkah ini berisi penderitaan yang membuat kita bisa bertumbuh atau berkembang, atau ini merupakan langkah yang berisi penderitaan yang justru buat kita mandek dan terjebak.

  4. "Mengingat" bahwa suatu hal yang kita rasa tidak nyaman tersebut lambat laun akan berubah dari unfamiliar menjadi suatu hal yang familiar kita lakukan, seiring berjalannya proses adaptasi. Sama halnya misalnya ketika kita masuk kelingkaran pertemanan yang baru. Awalnya kaku, kikuk dan jarang bicara, lambat laun semakin kenal dan terbuka satu sama lain.

Nah, buatlah dirimu bisa mengingat empat point diatas ketika harus melangkah atau melakukan sebuah perubahan positif dalam hidupmu. Tidaklah mudah, tapi jika ini adalah jalan yang membuatmu bertumbuh dan berkembang, rasa tidak nyaman dan penderitaan yang dirasa akan menjadi bermakna.

34 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua