Search

Mengenal Memory di Otak kita

Manusia merupakan makhluk yang akan selalu belajar. Baik secara sadar maupun tidak, kita akan selalu menyimpan informasi dan akan kita gunakan sebagai pembelajaran untuk berespon di masa depan. Namun, tahukah kamu apa yang ada dibalik kemampuan kita untuk terus belajar dalam kehidupan ini? salah satu yang paling berperan penting dalam hal ini adalah memori atau ingatan. Pada tulisan kali ini kita akan sedikit mengupas tentang memori di otak kita. Bagaimana mekanisme memori itu terbentuk ? Apakah seperti menyimpan file di laptop atau computer ? lalu, apakah bisa kita delete ? mengapa kita bisa lupa ? atau mengapa kita bisa mengingat sesuatu ?.


Memori membuat kita terus menerus menyimpan apa yang pernah kita pelajari dari hal-hal disekitar kita. Mulai dari kegiatan yang mungkin tidak secara sadar kita pelajari seperti berbicara, berjalan, mengenal masa lalu, memiliki konsep diri dan suatu tempat, hingga kegiatan yang membutuhkan kompleksitas kognisi tingkat tinggi seperti menyelesaikan persamaan dalam fisika teoretis, semua hal ini dapat kita lakukan karena adanya memori di otak. Siklus yang terjadi dalam memori ini akan selalu dimulai dari proses encoding (pengkodean atau pemasukan informasi), storage (penyimpanan informasi ke dalam ingatan), dan diakhiri dengan proses retrieval (pengambilan informasi dari ingatan). Memori menghubungkan masa lalu kita dengan masa kini dan memungkinkan kita untuk memproyeksikannya ke masa depan, sehingga dapat memengaruhi langkah kita selanjutnya. Maka dapat dibayangkan apabila kita hidup tanpa memori? semua yang terjadi akan terus terasa seperti baru, karena tidak ada ingatan kita pernah melakukan atau mempelajarinya.


Untuk mengetahui dimana semua ingatan kita tersimpan, maka kita harus memahami terlebih dahulu, bahwa memori terbagi menjadi 2 kategori besar, yaitu memori jangka pendek (short-term memory) dan memori jangka panjang (long-term memory).


Kita menangkap semua stimulus informasi lingkungan melalui indera di tubuh kita. Namun, hanya informasi yang kita beri atensi-lah yang akan diproses lebih jauh di otak. Misalnya, sepulang pertemuanmu dengan sahabatmu di taman kota, kamu hanya akan teringat beberapa bait kalimat ceritanya dan bagaimana ekspresinya bercerita. Kamu tidak akan ingat ada berapa orang di taman itu. Berapa kucing yang lewat di depanmu. Berapa tukang jualan yang berjejer di pinggir jalan, dan berbagai hal lainnya. Yes, karena kamu tidak menaruh atensimu kecuali hanya untuk cerita sahabatmu. Informasi yang kita berikan atensi tersebut akan diproses di otak kita, tepatnya dibagian lobus temporal dan hipokampus. Proses ini membentuk memori jangka pendek atau ingatan yang hanya tersimpan sementara di otak, sebelum dipindahkan ke ingatan jangka panjang a