Mengenal Panic Attack

Kabar duka dan situasi yang tidak pasti di masa pandemi memberikan tantangan besar untuk kesehatan mental kita. Masalah psikologis yang muncul sebagai efek dari situasi pandemi merupakan hal yang banyak ditemukan. Beberapa orang mengalami sensasi tiba-tiba napas terasa sesak dan muncul rasa sakit di dada yang kadang diasosiasikan dengan gejala COVID-19. Padahal pada banyak kasus yang terjadi adalah merupakan panic attack.


Apa itu Panic Attack?


Panic attack atau serangan panik merupakan episode ketakutan intens yang tiba-tiba memicu reaksi fisik yang parah ketika tidak ada bahaya nyata atau penyebab yang jelas. Ketika serangan panik terjadi, seseorang mungkin berpikir kehilangan kendali, mengalami serangan jantung atau bahkan sekarat. Serangan panik merupakan hal yang dapat tidak berbahaya dan dapat dialami oleh siapapun. Akan tetapi apabila serangan panik terjadi dalam frekuensi yang sering dan terjadi secara berulang, kondisi tersebut dapat mengindikasikan adanya gangguan panik.





Gejala panic attack

Serangan panik biasanya mencakup tanda atau gejala sebagai berikut:

  • Perasaan akan datangnya marah bahaya

  • Takut kehilangan kendali atau bahkan mati

  • Detak jantung cepat dan berdebar-debar

  • Berkeringat

  • Gemetar

  • Sesak napas atau sesak di tenggorokan

  • Panas dingin

  • Mual

  • Keram perut

  • Nyeri dada

  • Sakit kepala

  • Pusing, sakit kepala ringan atau pingsan

Serangan panik umumnya muncul secara tiba-tiba yang dapat muncul tanpa adanya pemicu eksternal maupun dengan pemicu eksternal. Adapun beberapa jenis pemicu eksternal yang dapat menimbulkan serangan panik adalah:

  • Tekanan pekerjaan

  • Situasi sosial

  • Fobia tertentu (misalnya agorafobia, claustrofobia,dll.)

  • Pengalaman traumatik, dan lainnya.

Serangan panik dapat terjadi tanpa peringatan, dapat terjadi dimana saja dan kapan saja. Gejala serangan panik umumnya dapat meningkat sampai beberapa menit, lalu kemudian akan muncul rasa lelah setelah rasa panik mereda. Hal terburuk yang dirasakan seseorang dengan serangan panik adalah ketakutan akan munculnya serangan panik kembali. Akibatnya seseorang cenderung akan menghindari lokasi atau situasi tertentu agar serangan panik tidak muncul kembali.


Cara mengatasi serangan panik


Jika kamu mengalami serangan panik ada baiknya untuk segera mencari bantuan tenaga profesional seperti Psikolog Klinis dan Psikiater agar mendapatkan penanganan yang lebih komprehensif. Namun, Anda bisa melakukan beberapa tips singkat ini bila serangan panik itu muncul :

  1. Distraksi sementara, jika terlalu serangan panik terasa terlalu intens, latihlah diri Anda untuk segera mencari distraksi. Banyak hal yang bisa dilakukan, beberapa orang merasa mendengarkan musik bisa mengalihkan perhatian, yang lain merasa terbantu dengan bermain game, menelpon kerabat atau teman, atau bahkan melakukan olahraga yang intens (kardio).

  2. Gunakan teknik Mindfulness, yang memusatkan perhatian kita pada kondisi disini dan sekarang (here and now). Anda bisa saja memfokuskan perhatian Anda secara penuh pada nafas, benda-benda disekitar dengan menggunakan lima indera Anda. Untuk lebih detailnya Anda bisa membaca artikel khusus tentang mindfulness di Mind Institute.

  3. Menarik nafas secara perlahan melalui hidung, kemudian hembuskan perlahan melalui mulut. Amati dan sadari pergerakan perut saat menghirup napas dan menghembuskan napas. Ulangi untuk beberapa waktu.

  4. Berlatih teknik mindfulness dengan berlatih memusatkan perhatian kita ke masa kini. Strategi ini dapat dilakukan dengan mengamati lima hal yang dapat dilihat, empat hal yang dapat dirasakan atau diraba, tiga hal yang dapat didengar, dua hal yang dapat tercium aromanya, dan satu hal yang dapat dikecap.

Oleh

  • Qaishum Masturoh, M.Psi., Psikolog.

  • Siti Nuraeni


Referensi

  • Carly Vandergrient. (2019). What’s The Difference Between A Panic Attack And An Anxiety Attack?. Healt Line. Retriefed From https://www.healthline.com/health/panic-attack-vs-anxiety-attack#other-treatments

  • Diagnostic Manual Of Mental Disorder, Fifth Edition. Arlington, VA, American Psyciatric Association, 2013. Retriefed https://www.google.co.id/books/edition/Diagnostic_and_Statistical_Manual_of_Men/-JivBAAAQBAJ?hl=id&gbpv=1&dq=dsm+5&printsec=frontcover

  • Mayo Clinic. Panic Attacks and Panic Disorder. Retriefed From https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/panic-attacks/symptoms-causes/syc-20376021

  • Perna G, Caldirola D. COVID-19 and panic disorder: clinical considerations for the most physical of mental disorders. Braz J Psychiatry. 2021;43:110-111. http://dx.doi.org/10.1590/1516-4446- 2020-1235


13 tampilan0 komentar

Postingan Terakhir

Lihat Semua