Search

Selalu ada Jalan

Barangkali bagi kebanyakan orang tahun 2020 adalah tahun yang special. Berbeda dari kebanyakan tahun yang berjalan sebagaimana adanya. Dikarenakan pandemi covid-19, banyak hal yang akhirnya harus berubah. Meskipun sudah hampir satu tahun pandemic di Indonesia, banyak yang masih kesulitan untuk beradaptasi dengan perubahan tersebut.


Berbagai tekanan, tantangan atau kesulitan hidup biasanya akan mengaktifkan sirkuit emosi kita. Yang kemungkinan besar akan didominasi dengan emosi negatif, marah, takut, cemas, cemburu, jijik, sedih, dan lainnya. Ketika intensitasnya terasa tinggi, seakan-akan kita tengelam dalam emosi tersebut, pada saat itu pulalah otak bagian amygdala kita sedang menyala terang. Terlalu aktifnya amygdala membuat kita sulit untuk melihat dari berbagai sudut pandang lain. Sulit bagi kita mempertimbangkan kembali pikiran dan perilaku kita. Membuat kita berpikir, seakan-akan tidak ada lagi jalan keluar dari situasi yang buruk ini.


Saya mengutip dari ayat Al-Quran “Sesudah kesulitan selalu ada kemudahan” yang diulang dua kali di surat Al-Insyirah ayat 5 dan 6. Bahasa kitab suci Al-Quran sangatlah detail, berbeda panjang pendeknya huruf saja bisa memiliki arti yang berbeda. Apalagi ketika ada pengulangan kalimat yang sama seperti ini. Seperti ada penekanan yang kuat pada perkara kesulitan dan kemudahan.


Memang sangatlah wajar ketika kesulitan perlu menjadi topik bahasan penting. Karena setiap manusia pasti akan mengalami episode tersebut. Dari pengalaman di ruang praktik, banyak sekali klien yang terlihat kehidupannya baik-baik saja, namun menyimpan api membara dalam sekam. Banyak sekali kesakitan dan kepayahan di dalam dirinya. Jangan tertipu dengan media sosial, karena yang ditampilkan manusia hanya yang baik-baik saja.